kursor

iNi DiA..!!!!!

iNi DiA..!!!!!
ciiiLuuK baaaa...!!!!

Selasa, 28 Februari 2012

HPV, human papillomavirus

HPV, human papillomavirus,  adalah infeksi yang sangat umum ditularkan melalui hubungan seks. Kebanyakan wanita-wanita dan laki-laki yang secara seksual aktif mendapatkan virus -- seringkali lebih dari sekali, dan seringkali dengan lebih dari satu strain. Biasanya, sistim imun membersihkan virus. Namun adakalanya ia menempel disekitarnya. Beberapa strain-strain dari virus menyebabkan kutil-kutil genital. Strain-strain yang lain menyebabkan kanker.
Gardasil melindungi terhadap empat dari lebih dari 100 strain-strain HPV: dua strain-strain yang menyebabkan paling banyak kanker-kanker cervix, dan dua strain-strain dihubungkan pada kutil-kutil genital. Vaksin adalah paling efektif jika diberikan pada gadis-gadis sebelum mereka menjadi aktif secara seksual. Ia dapat diberikan sedini umur 9 tahun; CDC merekomendasikannya untuk gadis-gadis berumur 11 dan 12 tahun.
Kenyataannya adalah bahwa kebanyakan dari infeksi-infeksi HPV adalah tanpa gejala; kebanyakan darinya hilang dengan sendirinya", kata Rothman. "Hanya 10% dari infeksi-infeksi berlanjut menjad luka-luka. Ya, kita mempunyai agent kausatif (yang menyebabkan) dan penyakit. Namun itu bukanlah garis yang lurus untuk mencapai disana. Dan apa yang dilakukan oleh perusahaan adalah menciptakan garis lurus dan mendapatkan organisasi-organisasi berjalan bersama-sama dengannya dan mengesahkannya".
Kebanyakan wanita-wanita yang mendapat HPV tidak pernah berada pada risiko untuk kanker cervix -- namun kita tidak mempunyi cara untuk memberitahu siapa yang berisiko dan siapa yang tidak berisiko", kata Massad. "Nampaknya adalah lebih baik untuk melakukan vaksinasi yang tersebar luas daripada tidak mengambil segala aksi sama sekali".
Human Papiloma Virus (HPV) adalah yang terkait dengan kanker serviks. Sejak tahun 1976 telah dikenal HPV sebagai penyebab kanker serviks (HPV terdeteksi pada 97,7% kanker serviks). Karena itu HPV merupakan penyebab penting dalam perjalanan penyakit kanker serviks, utamanya kontak seksual. HPV tipe 16, dan 18 mendominasi tipe onkogenik (70%) sebagai tipe penyebab kanker serviks. Pada temuan selanjutnya, ternyata HPV diklasifikasikan dalam tiga klasifikasi, yaitu resiko tinggi, kemungkinan resiko tinggi dan resiko rendah.
Klasifikasi HPV Berdasarkan Genotipe
Resiko tinggi : 16, 18, 31,33,35,39,45,51,52,56,58,59
Kemungkinan resiko tinggi : 26,53,66,68,73,82
Resiko rendah: 6,11,40,42,43,44,54,61,70,72,81
Hingga kini lebih dari 100 genotipe yang telah dikenal, sebagiannya, terutama yang tergolong resiko tinggi dapat menyebabkan kanker serviks.
Faktor Predisposisi kanker serviks adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan inisiasi transformasi atipik serviks dan perkembangan displasia serviks. Berbagai faktor di nilai sebagai kofaktor (faktor yg mempermudah) terjadinya kanker serviks antara lain:
1.    Infeksi HPV berkaitan dengan 95% dari terjadinya kanker serviks
2.    Perempuan yang merokok mempunyai resiko dua kali lebih tinggi untuk menderita kanker serviks daripada perempuan yang tidak merokok
3.    Perempuan dengan mitra seksual multipel
4.    Tingkat sosial ekonomi rendah mempunyai resiko lebih tinggi untuk menderita kanker serviks lebih tinggi untuk menderita kanker serviks daripada tingkat sosial ekonomi menengah atau tinggi
Perjalanan penyakit infeksi HPV hingga timbulnya kanker serviks invasif memerlukan waktu yang sangat panjang,dapat berlangsung 3 sampai 17 tahun kemudian, dan keadaan ini sebenarnya memberi tantangan untuk melakukan deteksi dini dengan berbagai metode yang telah dikenal populer.
Pada dasawarsa ini telah ditemukan dan diproduksi vaksin HPV yang memberikan harapan bagi upaya eradikasi kanker serviks. Saat ini sudah ada vaksin terhadap HPV tipe 6,11,16 dan 18 (kuadrivalen). Vaksin ini terbuat dari partikel yang menyerupai virus (VLPs/Virus Like Particles) diambil dari cangkangnya saja tanpa DNA. Vaksin ini diberi ajuvan untk memperkuat kerja vaksin dengan meningkatkan respon imun. VLPs terbuat dari ragi Saccharomyces cerevisiae. Vaksin yang disuntikan ke dalam tubuh akan merangsang pembentukan neutralizing antibody, virus HPV akan ditangkap oleh antibodi anti HPV sehingga tidak bisa masuk kedalam serviks, dan selain itu juga vaksin ini merangsang pembentukan sel B memori.
Vaksin ini bersifat pencegahan, bukan untuk pengobatan. Bila semua wanita dapat divaksinasi, maka ada potensi bahwa jumlah kematian akibat kanker serviks diseluruh dunia dapat turun sebanyak dua pertiganya. Karena vaksin dapat mencegah kanker serviks, maka vaksinasi dapat mengurangi biaya untuk kesehatan, biposi, dan tindakan jika seseorang terkena kanker serviks. Jadi, pada dasarnya vaksin HPV ini bermanfaat. Vaksin HPV terbukti efektif hanya jika diberikan pada orang yang belum pernah terkena infeksi HPV, karena itu dianjurkan pada saat seseorang belum aktif secara seksual.
Penting sekali dilakukan konseling dalam prosedur vaksinasi, yang menjelaskan bahwa:
1.      Vaksinasi hanya untuk pencegahan dan bukan untuk pengobatan
2.      Vaksinasi bila diperlukan pada yang sudah mendapat infeksi atau lesi prakanker hasilnya kurang efektif
3.      Pemeriksaan skrining berkala tetap harus dilakukan.
Besar harapan diletakkan pada temuan vaksin HPV ini, sehingga temuan vaksin ini dianggap sebagai incredible breaktrough abad ini. Namun demikian dalam kajian lebih lanjut, dalam pelaksanaan vaksinasi HPV kegiatan skring tetap perlu dilakukan, dan belum terjawab apakah interval skrining dapat dijarangkan.
Berikut ini pedoman yang ditetapkan oleh Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia :
1.      Diperlukan informasi dan persetujuan yang bersangkutan
2.      Vaksin diberikan pada kelompok umur 11-55 tahun dan dapat dikelompokkan menjadi:
a)      Kelompok 10-12 tahun (SD)
b)      Kelompok 13-15 tahun (SMP)
c)      Kelompok 16-25 tahun (SMA atau Perguruan Tinggi)
d)      26 – 55 tahun
3.      Pada usia 26-55 tahun dapat diberikan setelah hasil tes Pap dan IVA negatif. Diluar itu dapat dijaring dari perempuan yang datang ke fasilitas kesehatan anak atau obstetri dan ginekologi.
4.      Vaksinasi pria masih kontroversi, perlu kajian cost effectiveness
5.      Vaksin dapat diberikan minimal oleh dokter
6.      Pemeriksaan identifikasi DNA (Hibrid Capture) tidak diperlukan sebelum vaksinasi
7.      Vaksin diberikan 3 suntikan, pada bulan 0, 1-2 bulan setelah bulan pertama, dan 6 bulan setelah penyuntikkan pertama.
8.      Booster belum diperlukan (estimasi 10 tahun)
9.      Perempuan dengan penyakit yang mengganggu imunitas dapat diberikan perlindungan dengan vaksin
10.  Perempuan dengan riwayat terinfeksi HPV atau lesi prakanker dapat diberikan meskipun efektivitas lebih rendah
11.  Dapat diberikan pada perempuan hamil dan menyusui
Efek samping minimal dan paling sering nyeri di tempat suntikan. Vaksin diberikan 3 suntikan, pada bulan 0, 1-2 bulan setelah bulan pertama, dan 6 bulan setelah penyuntikan pertama.
Vaksin HPV diberikan dilengan atas daerah deltoid secara intra muskular sebanyak 0,5 ml. Vaksin disimpan pada temperatur 2-8 C, jangan disimpan di dalam freezer, karena suhu yang terlalu dingin akan merusak vaksin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar